Sebuah Film Dokumenter, Into The Universe With Stephen Hawking Part 1: Aliens

Stephen Hawking, sosok jenius yang menarasikan tentang alam semesta menurut pandangan dirinya di dalam film dokumenter Into The Universe With Stephen Hawking.

Review by Milton Sumirat

Dengan kemungkinan yang dimiliki oleh semesta. Alien atau mahluk luar angkasa itu nyata adanya!

Into The Universe with Stephen Hawking adalah sebuah film dokumenter trilogi mengenai alam semesta yang dipisahkan dalam 3 episode: aliens, time travel, dan the story of everything.

Episode pertama ini memperlihatkan bagaimana awal mula kehidupan terjadi di alam semesta. Untuk mempermudah penjelasnya Stephen Hawking membandingkan dengan proses awal mula kehidupan di bumi.

Batas alam semesta kita adalah infinite (tak terhingga), maka konsekuensinya berpengaruh pada probabilitas yang berimplikasi di dalamnya. Mungkin sekarang alien sedang berjalan-jalan di planetnya melakukan aktivitas pertukaran dengan sesamanya, atau bahkan sedang menjelajah luar angkasa. Menjadi mahluk yang sudah mencapai tahap peradaban, dan juga mungkin, memiliki sebuah teknologi yang sangat maju untuk menjelajah angkasa layaknya film star trek dan star wars.

Bagaimana dengan bentuknya? Karena belum ada bukti yang kongkrit, perlu dipertimbangkan bahwa alien bisa jadi masih berada dalam tahap evolusi yang paling primal. Sebuah protozoa yang sedang memulai awal perjalanan evolusinya. Mengambil kemungkinan yang setara, mungkin juga alien ini sudah masuk ke tingkat evolusi yang tinggi, menjadi sebuah kesatuan organis dan menjadi sebuah makhluk (creature) yang memiliki sebuah bentuk fisiologis layaknya binatang yang kita temui di bumi. Dengan catatan: detail tidak penting.

Stephen Hawking mengatakan bahwa terdapat berbagai macam bentuk alien. Kita bisa menggunakan daya imajinasi kita untuk mengarang dan menyusun seperti apa mahluk luar angkasa ini berbentuk. Jika kita menganggap bahwa alien ini sudah mengalami evolusi, setidaknya kita tidak lupa untuk memberi tempat untuk menyimpan sebuah mulut, karena dengan tubuh bagian ini lah salah satu cara satu mahluk bisa tumbuh dan berkembang. Makan, adalah salah satu proses terpenting dalam evolusi. Jika alien ini herbivora, kita bisa menempatkan mata yang melebar di kanan kiri kepala alien ini, sebagai adaptasi fisiologis untuk mengawasi predator yang mengancam. Dan jika alien ini karnivora, maka kita bisa menyimpan sepasang yang mengarah langsung ke depan. Bentuk lain dari tangan, kaki, berbulu, bersayap, atau bertanduk, atau bercakar, bisa kau sisipkan, terserah apapun yang kau mau.

Sama seperti yang terjadi di bumi, kemungkinan besar awal mula kehidupan yang ada di luar angkasa terjadi dengan proses yang serupa. Pembentukan awal bumi tidak hanya terjadi secara internal, tetapi ada juga faktor eksternal yang membuat segalanya menjadi mungkin.

Air adalah esensi mutlak dari adanya suatu kehidupan. Banyak hipotesis mengenai bagaimana air bisa ada di bumi, dan bagaimana di bumi bisa memiliki jumlah air yang sangaat banyak. Suatu teori mengatakan:Air yang menjadi salah satu syarat munculnya kehidupan berasar dari luar bumi atau luar angkasa.

Meteor! Adalah sebuah kapal alami yang berisi dengan kristal-kristal air yang membeku di luar angkasa mengirim sejumah besar air ke bumi. Lewat proses gesekan panas dengan atmosfer dan proses fisika-kimiawi lainnya, membuat kristal air yang ada di dalamnya mencair, menjadi air, menjadi titik awal suatu kehidupan.

Mengapa air? Karena di dalam air terdapat mikroorganisme atau sel-sel yang sangat banyak dan beragam, bercampur aduk dengan jenis-jenis yang beragam. Gabungan dari sel-sel primer yang bertubrukan ini, dengan proses pengulangan yang telah berlangsung selama jutaan tahun dalam satu kesempatam membuat suatu kombinasi yang tepat untuk menyusun satu susunan sel-sel yang menyatu yang akhirnya bisa membuatnya menjadi makhluk dan terus berkembang menduplikasi diri lewat evolusi sampai akhirnya menjadi satu makhluk yang utuh.

Selama di sana ada air, dengan kombinasi yang tepat dari suhu yang tidak terlalu panas atau tidak terlalu dingin, susunan fisika-kimia yang tepat maka kehidupan sangat amat mungkin terjadi. Dan sejak mereka berada di luar bumi. Kita bisa menganggapnya sebagai alien. Benar kan?

Kita berada di dalam tata surya yang memiliki triliunan bintang yang mendiami triliuan galaksi, yang berputar dalam satu semesta yang amat luas. Apa yang ada di bumi, mungkin menjadi satuan yang amat kecil dan langka. Munculnya kehidupan dinilai sebagai satu keberuntungan yang tidak disengaja bagaikan memenangkan sebuah lotere dan jackpot! Lalu, mungkinkah ada pemenang lotere lain yang mendapatkan jackpot? Jawabannya ya. Tetapi seberapa besar jackpot yang didapatkan? Bisa kecil seperti sel tunggal yang muncul dari kristal air yang ada di dalam meteor, atau sangat amat besar sehingga sel tunggal itu bertahan dengan kondisi yang mendukung mencapai satu tingkat yang ilahi, menjadi penjelajah luar angkasa, dan mungkin sedang mengobservasi bumi sekarang ini.

Film dokumenter ini dikemas dengan narasi jelas dan simple sehingga orang awam pun bisa menikmati dan mengerti konten dan konteks film. Stephen Hawking sendiri yang berbicara? Secara tidak langsung jawabannya iya, narator dari film ini adalah Benedict Cumberbatch, seorang actor international dan telah membintangi banyak film. Film ini sendiri menggunakan teknik animasi yang cukup canggih sehingga kita bisa melihat bagaimana gambaran dari deskripsi narasi yang sedang ceritakan. Dengan durasi film kurang dari 45 menit, film ini sanggup membuat bobot dari tema ini terasa ringan. Menurut saya film ini merupakan film hiburan ringan bagi orang-orang yang ingin menonton satu film yang agak berisi. Untuk orang-orang yang menyukai fisika atau ilmu-ilmu mengenai ke-tata-semesta-an, film ini bisa dijadikan satu pengantar, tetapi tidak untuk mereka yang ingin mendalami subyek tersebut.

Iklan

Satu pemikiran pada “Sebuah Film Dokumenter, Into The Universe With Stephen Hawking Part 1: Aliens

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s