Menyaksikan visualisasi sebuah emosi dalam film animasi terbaru Disney & Pixar : Inside Out

Anger, Fear, Joy, Disgust & Sad, kelimat karakter yang mewakili tiap emosi manusia.
Anger, Fear, Joy, Disgust & Sad, kelimat karakter yang mewakili tiap emosi manusia.

 

Review by : Movie Snacks

                Gua merasa tertipu menonton film ini karena pada awalnya gua mengira film ini akan menjadi sebuah film yang menyenangkan; tipikal film animasi yang memiliki gambar lucu dan plot yang lucu pada umumnya. Tapi ternyata film ini memiliki sebuah elemen yang terduga, sebuah elemen yang bisa membuat gua sedikit meneteskan air mata. Inside Out adalah film yang berhasil membuat gua menangis setelah sebelumnya Fantastic 4 membuat gua menangis, yang bahkan gua sendiri belum menonton film tersebut.

It really has a simple, typical drama story. Tapi entah kenapa Inside Out bisa mengemasnya menjadi lebih unik. Film ini berhasil memvisualisasikan sebuah keadaan yang sebenarnya biasa, menjadi lebih menarik. Hal ini membuat penonton dapat melihat cerita dari sisi yang berbeda. Bahkan menurut gua, Inside Out mungkin hanya akan menjadi sebuah film dengan cerita yang sangat biasa jika tidak didukung dengan keberadaan Joy, Fear, Disgust, Anger, dan Sad. Mereka adalah sebuah karakter yang mewakili tiap emosi yang dimiliki manusia. Keberadaan lima karakter ini memperkaya cerita yang biasa menjadi sesuatu yang indah.

Pixar dan Disney berhasil membuat sebuah animasi dengan lebih baik dari film sebelumnya yang menurut gua sudah tidak perlu dibahas lagi. Kualitas sudah terjamin, jadi tidak perlu meragukan animasi yang diproduksi oleh mereka.

Jika kalian sudah menonton Inside Out, kalian pasti menyadari saat film dimulai ada satu film pendek yang disajikan berjudul Lava. It’s a beautiful short movie. Tapi, terlepas dari kualitas yang dimiliki oleh Lava, gua tidak mengerti apa tujuan mereka menyisipkan Lava di awal film. Apa mungkin untuk membangun sebuah perasaan emosional karena story Inside Out yang menceritakan tentang emosi, atau mungkin memang iseng? Karena takutnya saat credit title dari Lava keluar, mungkin beberapa orang akan mengira bahwa film sudah selesai dan pergi. Mereka akan mengira tiket bioskop yang mereka beli hanya untuk menonton film selama 5 menit saja. Well, mungkin tidak akan sampai seperti itu. But, just in case, mungkin lebih baik tidak perlu menyisipkan film pendek tersebut. Tapi harus diakui bahwa Lava adalah film pendek musikal yang cukup menyentuh. Storynya sangat simpel, dan lagu yang dimiliki juga sangat mudah untuk didengar dan dipahami. Very catchy! Bahkan di kepala gua sendiri juga masih terngiang lagu yang dibawakan di dalam film tersebut.

That’s it, secara keseluruhan film ini sangat menarik untuk ditonton. Ingat! Menangis saat menonton film bukanlah sebuah hal yang memalukan. Jadi jangan malu jika saat menonton Inside Out kalian merasakan sebuah hasrat untuk menangis . Toh jika kita menonton film komedi juga kita bisa lepas tertawa, kenapa kita tidak bisa lepas menangis? *hiks hiks

Tidak bosan juga gua sampaikan bila kalian memiliki sebuah rekomendasi film yang ingin direview, baik itu film baru ataupun film lama, silahkan kirimkan judul filmnya kepada gua. Atau mungkin kalian memiliki sebuah film pendek produksi sendiri dan membutuhkan sebuah “second opinion”, gua dengan senang hati akan membantu kalian.

See you in the next review! Movie Snacks, sign off!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s