Let’s contemplate for a second..

Conteplating to search our own soul.

Pernahkan kalian merasa memiliki pandangan terhadap suatu hal, tapi lama kelamaan kalian berpikir bahwa pandangan kalian itu tidak masuk akal? Pernahkah kalian merasa tidak percaya diri dengan pendapat kalian, atau mungkin kalian pernah memiliki sebuah opini, namun tidak tahu bagaimana untuk menyampaikan hal tersebut. Kalimat apa yang harus disebut, bagaimana nada suara yang harus dikeluarkan. Gestur tubuh seperti apa yang harus diperlihatkan.

Gue sering sekali mengalami hal ini, yang berakhir pada gue melupakan semua pendapat gue dan membiarkannya hilang begitu saja. Kadang gue merasa, bagaimana jadinya kalau seandainya gue berhasil menyampaikan opini tersebut. Mungkin saja hal itu bisa menjadi sebuah hal yang besar, mungkin saja akan ada banyak orang yang terinspirasi oleh pandangan gue tersebut.

Gue bukan orang yang bisa berkomunikasi dengan baik secara verbal, makanya kebanyakan gue menuangkan semuanya ke dalam tulisan. Tapi setiap gue menulis tentang sesuatu yang menurut gue menarik, gue sering sekali berhenti di tengah jalan, memikirkan sejenak tentang apa yang sudah gue tulis, lalu kemudia menghapus semua yang sudah ditulis karena menurut gue apa yang ditulis sangatlah bodoh dan tidak masuk akal. Tidak berguna dan hanya akan menjadi sampah.

Maka dari itu, tidak banyak tulisan yang gue tulis diposting ke Internet. Bahkan, sebelum gue menulis tulisan ini, gue menulis tentang kelemaha sebuah film adaptasi dan mengapa akhir-akhir ini banyak sekali film adaptasi yang dibuat. Tapi kemudian menurut gue pandangan gue tentang hal ini sangatlah rumit dan berbelit-belit, sehingga pastinya pembaca tidak akan setuju dengan tulisan gue. Akhirnya gue hapus dan membuat tulisan ini.

Mungkin tulisan ini tidak ada sangkut pautnya dengan perfilman, tapi gue hanya merasa butuh untuk menulis ini agar dapat menjadi sebuah pecut bagi gue untuk dapat menulis lebih baik lagi.

Ok. That’s enough of me. What about you?